Konflik, hindari atau hadapi?

Kota adalah hasil dari interaksi beragam manusia yang diam di dalamnya. Seperti sebuah mata koin dengan dua sisi, begitu pula interaksi, sisi yang satu membawa kemajuan, sedangkan sisi lainnya menghasilkan konflik. Meski demikian, konflik tidak selalu berarti kemunduran, bahkan seringkali itu berarti titik loncatan untuk kemajuan yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.

Sebagai sebuah kawasan yang kompleks, tentu saja kota tak pernah luput dari konflik. Lihat di televisi, koran, dan media lainnya, ada terlalu banyak contoh konflik yang ditampilkan. Lalu apa yang seharusnya kita lakukan untuk menghadapi konflik yang ada? Membiarkannya atau mengatasinya?

Konflik selalu terjadi antara dua pihak yang bertolak belakang. Tak ada satupun yang ingin kalah dari sebuah konflik, tapi sayangnya ketika tak ada yang mau mengalah dalam arti membiarkan pihak lawan menyatakan diri, tak akan ada pihak yang menang pula.

Kota, dengan segala keberagamannya, adalah sarang konflik. Sekilas gambaran dibawah ini mungkin bisa membuka mata kita untuk melihat konflik dari sisi lain.

 

diagram-manajemen-konflik
Diagram Manajemen Konflik

Ya, karena konflik selalu terjadi diantara dua pihak yang ingin menang, mungkin sedikit ini bisa membuat kita melihat betapa mudahnya sesungguhnya cara membiarkan keduanya menang.

Konflik bukan akhir cerita, kolaborasi adalah kelanjutannya. Tak ada yang akan kalah, hanya jika kita mau bekerja sama.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s